Seuntai harap terucap
Oleh bibir yang tak layak berujar
Seuntai rindu terpaku
Menatap biru indah-Mu
Terkesima akan keelokan-Nya
Menyenandungkan kidung kedamaian
Pun ketentraman dalam jiwa
Adakah Ia menyambut kembali
Raga yang t’lah lama membantah
Kasih tak berujung
Cinta tak bertepi
Mengalir lembut membasuh jiwa
Yang rindu akan kasih-Mu
Tuhanku…
Aku bersimpuh
Menengadah dan memohon
Nur-Mu menerangi jalanku
December 5, 2008 at 4:40 am
puisinya bagus banget
mengingatkan kita kerinduan akan kasih TUHAN
padahal Dia slalu ada untuk umatNya
dan Dia ga pernah meninggalkan n membiarkan umatNya sengsara
puisi ini jg mengingatkan kita agar slalu dekat dan berdoa kepadaNya dan memohon ampun atas segala kesalahan dan dosa2 kita.