Ketika sebuah perasaan manusia yang bernama Cinta berbicara, bagaikan sebuah bayangan hitam yang menutup akal sehat manusia, mematikan semua indra dan membunuh karakter dari setiap individu. Tapi tak jarang juga Cinta memberikan warna dalam setiap langkah hidup kita. Pernah suatu saat aku terpuruk dalam butanya sebuah cinta, yang membuatku “mati”, mati karena bukanlah aku yang berkuasa akan diriku sendiri, mati karena semua tujuanku sirna, mati karena disetiap langkah dan hembusan nafasku, ku persembahkan hanya padanya. Namun seorang makhluk Tuhan yang bernama manusia yang lain datang dan menyadarkanku akan hidup, membangkitkanku dari alam kubur yang kelam, hanya dengan sebuah kalimat “Hidup bukan melulu karena Cinta”, perlu ditegaskan bahwa cinta yang dimaksud tersebut adalah Cinta dalam arti khusus. Kemudian dia bertanya “Siapa dirimu ketika cinta itu belum bersemi? Lalu… Siapakah dirimu sekarang? Apakah kamu adalah kamu?”. Beberapa pertanyaan retoris yang menikamku, karena jiwaku lepas pada waktu itu, karena bukanlah aku yang meraja atas diriku sendiri.
Sepenggal kisah diatas memang sangat umum ditulis oleh kebanyakan orang, karena cinta mempunyai makna yang berbeda dari tiap individu dan kisah ini sengaja ku tulis untuk membangkitkan sahabatku dari alam kuburnya.
October 22, 2009 at 3:09 am
cuma Alloh yg punya kuasa untuk membangkitkan manusia dari alam kuburna…
maka “seorang teman yg telah mati” itu mesti lebih dekat padaNYA agar Dia berkehendak untuk membangkitkanna dr mati….semoga dia segera menemukan cinta abadina….^^